Kuliner, Sahabat Karib Pariwisata Indonesia
Diposting oleh
Dheeva Wisata
on Senin, 31 Oktober 2016
/
Comments: (0)
Indonesia dianugerahi kekayaan alam luar biasa yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Begitu pun dengan ragam kuliner di setiap daerah. Keduanya saling bersahabat menjadi kekuatan pariwisata Nusantara.
Tuhan sangat bermurah hati pada Indonesia. Dari darat, laut, bahkan udara, Indonesia dianugerahi panorama alam yang elok tiada tara. Keindahan yang bertebaran di hampir seluruh daerah yang membentang dari Sabang sampai Merauke menjadikan Indonesia pantas disebut Zamrud Khatulistiwa.
Tak hanya kaya dengan lukisan alam ciptaan Sang Kuasa, Indonesia juga kaya dengan bahan makanan dan ragam kuliner. Duet ragam kuliner dan kekayaan alam inilah yang menjadi magnet luar biasa bagi pariwisata Indonesia.
Selain menikmati keindahan alam, bukan rahasia lagi, para wisatawan gemar berburu kuliner khas berbagai daerah di Indonesia. Kuliner atau masakan Indonesia kondang sebagai kuliner dengan cita rasa komplet dan kuat. Ragam kuliner Nusantara juga mencerminkan beragam dan kuatnya tradisi tempat kuliner itu berasal.
Dengan kata lain, ragam kuliner menjadi cerminan ragam budaya Nusantara. Dari ragam kuliner, para wisatawan tak sekadar berwisata namun juga mengenal budaya berikut kearifan lokal. Kuliner berkembang sebagai seni tata boga atau gastronomi yang tak kalah menarik untuk ditelusuri.
Seperti disebutkan Esthy Reko Astuti, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara pada Kementrian Pariwisata, daya tarik kuliner mencapai 30 hingga 50 persen dan menyerap tenaga kerja hingga 30 persen. Data menunjukkan, hampir 50 persen wisatawan menghabiskan waktu dan budget untuk wisata kuliner.
Hal senada diungkapkan Desi Trisnawati. Menurut Juara MasterChef Season2 ini, kuliner adalah mata tombak dunia pariwisata. Kuliner bisa menciptakan repeat customer. Orang berwisata tak hanya menikmati alam, seni, dan budaya, namun juga petualangan kuliner.
Kuliner Pariwisata Indonesia - Bakso
Kearifan Lokal
Tak terbantah lagi, kuliner dan pariwisata adalah simbiosa mutualisma. Hubungan yang saling menguntungkan itu bahkan menempatkan ragam kuliner sebagai alat promosi dan positioning destinasi yang sangat efektif.
Jangan heran jika saat ini berbagai daerah di Indonesia berlomba-lomba mengoptimalkan kekayaan kulinernya sebagai daya jual wisata. Ragam kuliner legendaris pun makin dimunculkan dan dikembangkan sebagai kekayaan lokal.
Kuliner legendaris menjadi pembeda satu daerah dengan daerah lainnya. Bukan hanya menyangkut kekhasan bahan dan rempah-rempah yang ada di dalamnya. Namun, kuliner legendaris pada gilirannya adalah bicara tentang kearifan lokal.
Ada banyak pelajaran diberikan lewat ragam kuliner, baik dari sisi bahan, teknik memasak hingga filosofi yang ada di dalamnya. Inilah sisi menarik petualangan kuliner. Jangan heran jika beberapa negara sangat fokus pada kekuatan kuliner seperti Jepang, Italia, dan Perancis.
Kuliner Pariwisata Indonesia - Soto
Rempah dan Akulturasi Budaya
Indonesia dikenal sebagai negara kaya rempah-rempah. Itulah sebabnya, sejak dulu Indonesia berperan aktif dalam perdagangan dunia. Akulturasi budaya akibat perdagangan tersebut juga menyentuh ragam kuliner Nusantara.
Ragam rempah seperti kemiri, cabai, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa, dan gula aren pun “kawin” dengan gaya meramu masakan dari India, Cina, Timur Tengah, dan Eropa. Hasilnya, ragam kuliner Nusantara pun makin kaya. Jadilah, Indonesia adalah surga kuliner yang sangat memanjakan lidah penikmatnya.
Ibaratnya, apa pun ada di Indonesia. Jangan heran jika sosok sekaliber Presiden AS Barack Obama pun masih terkesan dengan bakso dan nasi goreng khas Indonesia.
Bakso adalah menu yang bisa dijumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia. Makanan olahan daging yang di luar negeri disebut sebagai meatball ini adalah salah satu ragam kuliner produk akulturasi budaya.
Hanya saja, bakso Indonesia menjadi sangat khas karena berbagai daerah menyajikan menu favorit ini dengan kreativitas masing-masing. Jangan heran jika kemudian muncul aneka bakso seperti bakso Malang, bakso Wonogiri dan lainnya.
Hal senada terjadi dengan nasi goreng yang banyak dipengaruhi budaya Cina dan belakangan Timur Tengah. Hasilnya, ada banyak modifikasi nasi goreng yang jadi unggulan berbagai daerah. Bahkan, nasi goreng melenggang masuk dalam daftar menu hotel-hotel atau restoran kelas atas. Ibaratnya, nasi goreng bisa ditemui dari kaki lima hingga hotel bintang lima.
Kuliner Pariwisata Indonesia - rendang
Rendang yang Mendunia
Begitu banyak ragam kuliner Indonesia yang khas dan unik. Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal dunia. Rendang, misalnya.
Masakan khas Minang ini tak hanya diterima di hampir semua daerah di Indonesia. Rendang juga tak hanya jadi makanan wajib saat Lebaran. Namun, kuliner berbahan dasar daging dengan bumbu rempah yang sangat kuat ini juga telah diakui sebagai salah satu kuliner terlezat di dunia.
Masih banyak kuliner tradisi Indonesia yang sudah kondang ke mancanegara. Bahkan, kerap menimbulkan kerinduan wisatawan untuk kembali lagi menikmatinya seperti gudeg Yogya, bubur Manado, ayam taliwang dari Lombok, ayam betutu dari Bali, dan aneka soto dari berbagai daerah.
Ya, tak beda dengan bakso, soto juga bisa dijumpai hampir di setiap daerah di Indonesia. Bumbu rempah yang digunakan juga beragam di setiap daerah. Dari soto Kudus, Bandung, Betawi, Madura, Lamongan, hingga soto Makassar atau Coto Makassar tampil beda dengan kekhasan bahan dan bumbu rempahnya masing-masing.
Tak terbantah lagi, ragam kuliner adalah penggerak pariwisata dan perekonomian masyarakat. Kuliner menjadi ceruk bisnis yang sangat menjanjikan dan berjangka panjang. Seperti dikatakan Desi Trisnawati, kuliner dan pariwisata adalah perfect combination.
Itulah sebabnya sejak jauh-jauh hari Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan Indonesia siap menuju destinasi wisata kuliner terfavorit di dunia yang berdaya saing. Promosi pun terus digenjot untuk meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner khas Nusantara.
Aku cinta masakan Indonesia, memang harus menjadi langkah awal. Selanjutnya, ragam kuliner khas Indonesia pun akan makin mendunia seiring makin maju dan tertatanya wajah pariwisata Nusantara. Keduanya harus mendapat perhatian sama untuk dibenahi agar mampu bersaing di pentas dunia. (Divdit)
Wong Tengger, Tak Kenal Kasta dan Suka Damai
Diposting oleh
Dheeva Wisata
/
Comments: (0)
si Destinasi | Oct 17, 2016 | Destinasi, Editorial
Wong Tengger, Tak Kenal Kasta dan Suka Damai
Suku Tengger tak bisa dipisahkan dari Gunung Bromo. Wong Tengger, sebutan untuk suku asli Tengger yang tinggal di pegunungan sekitar Gunung Bromo, dikenal tak mengenal kasta dan suka hidup damai.
Suku Tengger adalah salah satu suku dengan kehidupan menarik di dunia. Suku yang mendiami kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur, ini dikenal sebagai suku yang tidak menerapkan kasta dalam kehidupan sehari-hari. Itu sangat tercermin dari bahasa dan budaya yang berkembang.
Wong Tengger disebut-sebut sebagai keturunan terakhir dari peradaban Majapahit yang hidup pada periode terakhir. Berdasarkan mitos atau legenda yang berkembang di tengah suku yang mendiami wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Kabupaten Malang itu, mereka berasal dari keturunan Roro Anteng dan Joko Seger. Roro Anteng merupakan putri Raja Brawijaya sedangkan Joko Seger adalah putra seorang Brahmana. Nama Tengger pun merupakan paduan nama sepasang suami istri ini.
Berangkat dari pemikiran jika mereka berasal dari keturunan sama yakni Roro Anteng dan Joko Seger inilah Suku Tengger tidak mengenal kasta. Satu sama lain memiliki posisi dan derajat sama sebagai saudara seketurunan. Hal itu sangat terlihat dari bahasa sehari-hari yang mereka gunakan. Kalau pun ada tingkatan hal itu lebih kepada pembeda antara kaum muda dan tua. Contohnya, bahasa ngoko dipakai untuk berbicara dengan orang yang seumuran dan bahasa krama dipakai jika berbicara kepada orang yang lebih tua.
Jujur dan percaya karma
suku tengger (surabayaonline.co)
Mirip dengan masyarakat Bali, mayoritas masyarakat Tengger juga beragama Hindu. Bedanya, jika masyarakat Bali menganut Hindu Dharma, masyarakat Tengger memeluk agaman Hindu Mahayana. Hanya saja, prinsip yang mereka yakini kurang lebih sama. Terutama, tentang kepercayaan jika karma itu ada.
Kepercayaan akan karma inilah yang menuntun mereka menjadi pribadi yang senantiasa berusaha berjalan di jalur yang benar. Wong Tengger takut berbuat jahat seperti mencuri. Mereka berkeyakinan, apa pun yang mereka lakukan nantinya akan berbalik kepada diri mereka sendiri atau bisa berdampak buruk bagi anak cucu mereka.
Jika mereka mencuri, suatu saat harta mereka juga akan lepas dari genggaman. Begitu pun jika menyakiti orang lain. Suatu saat mereka pun akan membayar karma tersebut. Mereka akan ganti disakiti orang lain.
Keyakinan pada ajaran Hindu yang mengajarkan soal karma ini membuat masyarakat Tengger berusaha hidup jujur dan jauh dari rasa iri hati. Selain itu, masyarakat Tengger juga suka bekerja keras dan ramah. Yang terpenting lagi adalah, mereka senang hidup rukun dan cinta damai.
Seiring perkembangan zaman dan budaya, makin banyak juga Wong Tengger yang menganut agama lain. Sebagian masyarakat Tengger juga beragama Islam, Kristen, Khatolik, dan Budha.
Percaya dukun dan tetua adat
Suku Tengger (wisatabromojatim.com)
Masyarakat Tengger dikenal sangat percaya dukun. Sosok istimewa ini dianggap tak hanya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dukun juga diyakini mampu menyelesaikan berbagai masalah di tengah masyarakat. Dalam konteks dukun sebagai penyembuh, kepiawaian dukun melafalkan mantra-mantra kuno dianggap sebagai jembatan antara masyarakat luas dengan Sang Hyang Widhi yang mereka sembah.
Itulah alasan mengapa mereka selalu menghadirkan dukun dalam berbagai prosesi dan ritual penting di tengah masyarakat. Catat saja, Upacara Kasodo (Bulan Dua Belas), Pujan Kapat (Bulan Keempat), Pujan Kapitu (Bulan Tujuh), Pujan Kawolu (Bulan Delapan), Pujan Kasangan (Bulan Sembilan), Upacara Unan-unan (upacara lima tahunan), leliwet, dan entas-entas.
Tak sembarang Wong Tengger bisa menjadi dukun atau tabib. Mereka harus mampu melewati sejumlah ujian dari tetua adat seperti ujian membaca mantra. Begitu mereka dinyatakan lulus, para dukun ini selanjutnya akan mendampingi tetua adat memimpin berbagai upacara. Biasanya, ujian bagi para dukun atau tabib muda digelar sebelum Upacara Kasada.
Upacara Kasada
Hindu worshippers pray at a temple at the foot of Mount Bromo during the Yadnya Kasada Festival. (Ulet Ifansasti/Getty Images)
Hindu worshippers pray at a temple at the foot of Mount Bromo during the Yadnya Kasada Festival. (Ulet Ifansasti/Getty Images)
Ada banyak upacara di tengah masyarakat Tengger. Namun yang paling besar dan selalu ditunggu-tunggu adalah Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dipusatkan di Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo. Upacara tahunan ini digelar untuk menghormati Gunung Brahma (Bromo) yang dianggap suci oleh masyarakat Tengger.
Berdasarkan legenda yang berkembang di tengah masyarakat Tengger, upacara ini berawal dari janji Roro Anteng dan Joko Seger kepada Sang Hyang Widhi untuk menyerahkan anak bungsu mereka, Raden Kusuma, sebagai persembahan untuk Gunung Bromo.
Dikisahkan, karena tak kunjung memiliki keturunan pasangan suami istri ini bersemedi. Akhirnya dewa mengabulkan permintaan tersebut dengan syarat anak bungsu mereka nantinya harus dikorbankan. Benar saja, keduanya dikaruniai 25 putra putri. Sayangnya, kecintaan pada putra-putrinya membuat Roro Anteng dan Jaka Seger wanprestasi.
Akibatnya, dewa marah dan terjadilah prahara. Raden Kusuma tertelan kawah Gunung Bromo dan sejak itulah diwajibkan bagi masyarakat Tengger untuk menggelar Upacara Kasada. Upacara digelar tengah malam hingga dini hari setiap buan purnama. Atau, pada tanggal 14 atau 15 Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Upacara dimaksudkan sebagai penghormatan atas pengorbanan leluhur bagi kesejahteraan Suku Tengger. Selain itu, sesaji yang dilemparkan ke kawah Gunung Bromo juga menjadi wujud syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah.
Selain berladang, masyarakat Tengger banyak menggantungkan hidup dengan beternak. Hasil pertanian yang banyak dihasilkan dari ladang pertanian yang ada di lereng-lereng Gunung Bromo adalah jagung, kopi, kentang, kubis, bawang, wortel dan lainnya. Wong Tengger dikenal sebagai komunitas yang sangat menjaga ladang. Mereka anti untuk menjual ladang kepada orang lain. (Divdit)
Wong Tengger, Tak Kenal Kasta dan Suka Damai
Suku Tengger tak bisa dipisahkan dari Gunung Bromo. Wong Tengger, sebutan untuk suku asli Tengger yang tinggal di pegunungan sekitar Gunung Bromo, dikenal tak mengenal kasta dan suka hidup damai.
Suku Tengger adalah salah satu suku dengan kehidupan menarik di dunia. Suku yang mendiami kawasan pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur, ini dikenal sebagai suku yang tidak menerapkan kasta dalam kehidupan sehari-hari. Itu sangat tercermin dari bahasa dan budaya yang berkembang.
Wong Tengger disebut-sebut sebagai keturunan terakhir dari peradaban Majapahit yang hidup pada periode terakhir. Berdasarkan mitos atau legenda yang berkembang di tengah suku yang mendiami wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Kabupaten Malang itu, mereka berasal dari keturunan Roro Anteng dan Joko Seger. Roro Anteng merupakan putri Raja Brawijaya sedangkan Joko Seger adalah putra seorang Brahmana. Nama Tengger pun merupakan paduan nama sepasang suami istri ini.
Berangkat dari pemikiran jika mereka berasal dari keturunan sama yakni Roro Anteng dan Joko Seger inilah Suku Tengger tidak mengenal kasta. Satu sama lain memiliki posisi dan derajat sama sebagai saudara seketurunan. Hal itu sangat terlihat dari bahasa sehari-hari yang mereka gunakan. Kalau pun ada tingkatan hal itu lebih kepada pembeda antara kaum muda dan tua. Contohnya, bahasa ngoko dipakai untuk berbicara dengan orang yang seumuran dan bahasa krama dipakai jika berbicara kepada orang yang lebih tua.
Jujur dan percaya karma
suku tengger (surabayaonline.co)
Mirip dengan masyarakat Bali, mayoritas masyarakat Tengger juga beragama Hindu. Bedanya, jika masyarakat Bali menganut Hindu Dharma, masyarakat Tengger memeluk agaman Hindu Mahayana. Hanya saja, prinsip yang mereka yakini kurang lebih sama. Terutama, tentang kepercayaan jika karma itu ada.
Kepercayaan akan karma inilah yang menuntun mereka menjadi pribadi yang senantiasa berusaha berjalan di jalur yang benar. Wong Tengger takut berbuat jahat seperti mencuri. Mereka berkeyakinan, apa pun yang mereka lakukan nantinya akan berbalik kepada diri mereka sendiri atau bisa berdampak buruk bagi anak cucu mereka.
Jika mereka mencuri, suatu saat harta mereka juga akan lepas dari genggaman. Begitu pun jika menyakiti orang lain. Suatu saat mereka pun akan membayar karma tersebut. Mereka akan ganti disakiti orang lain.
Keyakinan pada ajaran Hindu yang mengajarkan soal karma ini membuat masyarakat Tengger berusaha hidup jujur dan jauh dari rasa iri hati. Selain itu, masyarakat Tengger juga suka bekerja keras dan ramah. Yang terpenting lagi adalah, mereka senang hidup rukun dan cinta damai.
Seiring perkembangan zaman dan budaya, makin banyak juga Wong Tengger yang menganut agama lain. Sebagian masyarakat Tengger juga beragama Islam, Kristen, Khatolik, dan Budha.
Percaya dukun dan tetua adat
Suku Tengger (wisatabromojatim.com)
Masyarakat Tengger dikenal sangat percaya dukun. Sosok istimewa ini dianggap tak hanya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dukun juga diyakini mampu menyelesaikan berbagai masalah di tengah masyarakat. Dalam konteks dukun sebagai penyembuh, kepiawaian dukun melafalkan mantra-mantra kuno dianggap sebagai jembatan antara masyarakat luas dengan Sang Hyang Widhi yang mereka sembah.
Itulah alasan mengapa mereka selalu menghadirkan dukun dalam berbagai prosesi dan ritual penting di tengah masyarakat. Catat saja, Upacara Kasodo (Bulan Dua Belas), Pujan Kapat (Bulan Keempat), Pujan Kapitu (Bulan Tujuh), Pujan Kawolu (Bulan Delapan), Pujan Kasangan (Bulan Sembilan), Upacara Unan-unan (upacara lima tahunan), leliwet, dan entas-entas.
Tak sembarang Wong Tengger bisa menjadi dukun atau tabib. Mereka harus mampu melewati sejumlah ujian dari tetua adat seperti ujian membaca mantra. Begitu mereka dinyatakan lulus, para dukun ini selanjutnya akan mendampingi tetua adat memimpin berbagai upacara. Biasanya, ujian bagi para dukun atau tabib muda digelar sebelum Upacara Kasada.
Upacara Kasada
Hindu worshippers pray at a temple at the foot of Mount Bromo during the Yadnya Kasada Festival. (Ulet Ifansasti/Getty Images)
Hindu worshippers pray at a temple at the foot of Mount Bromo during the Yadnya Kasada Festival. (Ulet Ifansasti/Getty Images)
Ada banyak upacara di tengah masyarakat Tengger. Namun yang paling besar dan selalu ditunggu-tunggu adalah Upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini dipusatkan di Pura Luhur Poten yang berada di kaki Gunung Bromo. Upacara tahunan ini digelar untuk menghormati Gunung Brahma (Bromo) yang dianggap suci oleh masyarakat Tengger.
Berdasarkan legenda yang berkembang di tengah masyarakat Tengger, upacara ini berawal dari janji Roro Anteng dan Joko Seger kepada Sang Hyang Widhi untuk menyerahkan anak bungsu mereka, Raden Kusuma, sebagai persembahan untuk Gunung Bromo.
Dikisahkan, karena tak kunjung memiliki keturunan pasangan suami istri ini bersemedi. Akhirnya dewa mengabulkan permintaan tersebut dengan syarat anak bungsu mereka nantinya harus dikorbankan. Benar saja, keduanya dikaruniai 25 putra putri. Sayangnya, kecintaan pada putra-putrinya membuat Roro Anteng dan Jaka Seger wanprestasi.
Akibatnya, dewa marah dan terjadilah prahara. Raden Kusuma tertelan kawah Gunung Bromo dan sejak itulah diwajibkan bagi masyarakat Tengger untuk menggelar Upacara Kasada. Upacara digelar tengah malam hingga dini hari setiap buan purnama. Atau, pada tanggal 14 atau 15 Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Upacara dimaksudkan sebagai penghormatan atas pengorbanan leluhur bagi kesejahteraan Suku Tengger. Selain itu, sesaji yang dilemparkan ke kawah Gunung Bromo juga menjadi wujud syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah.
Selain berladang, masyarakat Tengger banyak menggantungkan hidup dengan beternak. Hasil pertanian yang banyak dihasilkan dari ladang pertanian yang ada di lereng-lereng Gunung Bromo adalah jagung, kopi, kentang, kubis, bawang, wortel dan lainnya. Wong Tengger dikenal sebagai komunitas yang sangat menjaga ladang. Mereka anti untuk menjual ladang kepada orang lain. (Divdit)
Hijaunya Bukit Teletubies hingga Negeri di Atas Awan
Diposting oleh
Dheeva Wisata
/
Comments: (0)
by Redaksi Destinasi | Oct 20, 2016 | Destinasi, Editorial
Hijaunya Bukit Teletubies hingga Negeri di Atas Awan
Tak cukup sehari dua hari menjelajahi Probolinggo. Spot-spot wisata dari lembah, ngarai, hingga air terjun dan pantai, berserakan di berbagai sudut. Belum lagi hamparan pohon mangga dan anggur yang jadi salah satu kekuatan ekonomi kota di Jawa Timur itu.
Jika tak ingin menjadi manusia merugi siapkan waktu khusus untuk menikmati berbagai keindahan dan keunikan yang tersimpan di kota satu ini. Ya, Probolinggo menawarkan spot-spot wisata komplet, dari daratan yang hijau menawan hingga wisata bahari yang tak henti mengundang decak kagum.
Probolinggo memang tak bisa dipisahkan dari Gunung Bromo yang eksotis. Faktanya, gunung berapi yang masih aktif tersebut memang berada di Kabupaten Probolinggo selain masuk wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Namun, kota terbesar keempat di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang, dan Kediri itu tak hanya memiliki gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut itu. Probolinggo masih memiliki spot wisata lainnya yang tak kalah menarik dan cantik.
Saking banyaknya, dua hari tak cukup untuk menjelajah keindahan berbagai spot wisata tersebut. Skala prioritas harus dilakukan untuk benar-benar mendapatkan dan menikmati keindahan alam, anugerah dari Tuhan. Pertanyaannya, spot wisata seperti apa yang benar-benar diminati? Wisata gunung, lembah, ngarai, atau wisata air? Atau kesemuanya bisa dinikmati? Jawabannya adalah, mengapa tidak?
Padang savana bak negeri Teletubbies
Siapa tak tahu Teletubbies dengan kata popular, berpelukaaan? Serial kartun menggemaskan itu sangat digemari anak-anak, bahkan orang tua. Sering dikisahkan bagaimana tokoh-tokoh serial yang tayang pada rentang 1997 – 2001 itu, Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po, bercengkerama di bukit Teletubbies.
Tak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk merasakan nuansa bukit Teletubbies di tempat serial boneka kartun itu dibuat, Ragdoll Productions. Di Probolinggo, tepatnya di sisi selatan Gunung Bromo, ada padang savana yang dikenal dengan Lembah Jemplang.
Uniknya, padang savana yang hijau sejauh mata memandang itu sangat mirip dengan bukit Teletubbies. Tak pelak, padang savana dengan keindahan rumput yang ditata oleh tangan Tuhan itu pun dikenal sebagai Bukit Teletubbies.
madakaripura waterfall (plus.google.com)
Rangkaian air terjun
Kawasan yang terletak sekitar 100 km sebelah tenggara Surabaya ini juga tercatat sebagai kawasan yang kaya dengan air terjun. Madakaripura adalah air terjun terpopular dan tercatat sebagai salah satu air terjun tercantik di Nusantara.
Berada di Kecamatan Lumbang, air terjun Madakaripura masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini berbentuk ceruk dengan perbukitan hijau di sekelilingnya. Air yang terus menetes di seluruh bidang yang mengelilingi membuat Madakaripura tampil begitu eksotis.
Sekali lagi, Probolinggo tak hanya punya Madakaripura. Masih ada jajaran air terjun lainnya yang tak kalah cantik dan unik. Sebut saja, air terjun Umbulan yang berada tak jauh dari Madakaripura. Begitu pun dengan air terjun Watu Lawang yang berada di antara tebing hingga terkesan seperti ada pintu masuk atau lawang.
Selain itu, masih ada air terjun Triban yang berlokasi tak jauh dari air terjung Lawang di Desa Ngepung. Pun begitu dengan air terjun Kedung Amis, air terjun Sumber Pakis II, air terjun Darungan, dan air terjun Kali Pedati. Air terjun yang terakhir memiliki ketinggian sekitar 20 meter di lereng Argopuro. Para pecinta treking bisa mencapainya dengan menyusuri aliran Sungai Pedati yang kondang dengan keindahan tebing-tebing vertical dari bebatuan.
Wisata Probolinggo Ranu Segaran 800x533
Danau memukau
Selain tebaran air terjun, Probolinggo juga kaya dengan danau-danau yang memanjakan mata. Sebut saja, Danau Ronggojalu. Danau ini tak hanya jadi objek wisata, namun juga jadi tampungan air bersih untuk masyarakat daerah yang dikenal sebagai penghasil buah mangga dan anggur itu.
Masih ada Danau Agung atau lebih dikenal sebagai Ranu Agung. Soal panorama, jangan ditanyakan lagi keindahan yang menghiasi danau bentukan gunung berapi Lamongan ini. Danau yang berada di Desa Ranu Agung ini sangat cocok sebagai destinasi untuk menenangkan diri atau mencari inspirasi.
Begitu pun dengan Ranu Segaran, danau yang dikelilingi pegunungan hijau nan menawan. Kesejukan dan ketenangan yang ditawarkan sangat luar biasa. Atau, Danau Taman Hidup di Lembah Gunung Argopuro yang memiliki ketenangan luar biasa. Lokasi yang sering dipakai untuk berkemah itu juga banyak dihuni hewan liar cantik seperti merak hijau, lutung merah, kijang, lutung Jawa, babi butan, hingga kancil.
wisata probolinggo negeri di atas awan 800x533
Agrowisata dan bercengkerama dengan awan
Manggur, itu sebutan untuk Probolinggo yang dikenal sebagai penghasil buah mangga dan anggur yang maknyus. Kawasan Mastrip Desa Wonoasih adalah sentra anggur terbesar di Kota Angin ini. Sepanjang mata memandang ribuan pohon anggur begitu menakjubkan. Apalagi, jika musim panen dengan anggur-anggur menjuntai berwarna merah tua yang merangsang selera.
Begitu pun dengan mangga yang terkenal manis dan segar. Bulan Mei – Oktober Probolinggo akan diwarnai tumpukan mangga ranum siap kirim ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Singapura. Ada 12 kecamatan yang dikenal sebagai sentra mangga, yakni Tongas, Pakuniran, Gading, Maron, Banyuanyar, Besuk, Wonomerto, Paiton, Leces, Kota Anyar, Tegal Sliwan, dan Krejengan. Lezatnya Arumanis dan Manalagi sudah begitu kondang.
wisata probolinggo anggur 800x533
Berbekal anggur dan mangga ranum, mari menuju Puncak B29 Bromo. Negeri di atas awan ini akan membawa kita kepada pemandangan menakjubkan. Pada ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (itu sebabnya disebut Puncak B29) kita serasa bercengkerama dengan awan sembari menyaksikan keindahan matahari terbit.
Masih banyak destinasi wisata elok lainnya seperti Pantai Bentar dengan hamparan mangrove yang menawan. Atau, Gunung Argopuro dengan puncak Rengganis yang memiliki tebaran situs zaman purbakala. Begitu pun dengan Pulau Gili Ketapang yang menjadi salah satu surga bagi penyuka snorkeling.
Tebaran destinasi wisata yang sulit disebutkan satu per satu itu diimbangi ragam kuliner yang juga beragam. Sebut saja Nasi Glepungan, menu sederhana yang ngangeni. Atau Sirup Pokak dan Keripik Kentang yang khas Probolinggo. Begitu pun dengan Keripik Olok yang terbuat dari kepiting muda dengan cita rasa gurih menggoda.
Nah, tunggu apalagi? Segera agendakan perjalanan ke Probolinggo yang memiliki sederet destinasi wisata dalam berbagai ragam. Sebanyak ragam kuliner yang juga jadi kekuatan kota yang dikenal bersih dan sejuk ini. (Divdit)
Hijaunya Bukit Teletubies hingga Negeri di Atas Awan
Tak cukup sehari dua hari menjelajahi Probolinggo. Spot-spot wisata dari lembah, ngarai, hingga air terjun dan pantai, berserakan di berbagai sudut. Belum lagi hamparan pohon mangga dan anggur yang jadi salah satu kekuatan ekonomi kota di Jawa Timur itu.
Jika tak ingin menjadi manusia merugi siapkan waktu khusus untuk menikmati berbagai keindahan dan keunikan yang tersimpan di kota satu ini. Ya, Probolinggo menawarkan spot-spot wisata komplet, dari daratan yang hijau menawan hingga wisata bahari yang tak henti mengundang decak kagum.
Probolinggo memang tak bisa dipisahkan dari Gunung Bromo yang eksotis. Faktanya, gunung berapi yang masih aktif tersebut memang berada di Kabupaten Probolinggo selain masuk wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Namun, kota terbesar keempat di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang, dan Kediri itu tak hanya memiliki gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut itu. Probolinggo masih memiliki spot wisata lainnya yang tak kalah menarik dan cantik.
Saking banyaknya, dua hari tak cukup untuk menjelajah keindahan berbagai spot wisata tersebut. Skala prioritas harus dilakukan untuk benar-benar mendapatkan dan menikmati keindahan alam, anugerah dari Tuhan. Pertanyaannya, spot wisata seperti apa yang benar-benar diminati? Wisata gunung, lembah, ngarai, atau wisata air? Atau kesemuanya bisa dinikmati? Jawabannya adalah, mengapa tidak?
Padang savana bak negeri Teletubbies
Siapa tak tahu Teletubbies dengan kata popular, berpelukaaan? Serial kartun menggemaskan itu sangat digemari anak-anak, bahkan orang tua. Sering dikisahkan bagaimana tokoh-tokoh serial yang tayang pada rentang 1997 – 2001 itu, Tinky Winky, Dipsy, Laa Laa, dan Po, bercengkerama di bukit Teletubbies.
Tak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk merasakan nuansa bukit Teletubbies di tempat serial boneka kartun itu dibuat, Ragdoll Productions. Di Probolinggo, tepatnya di sisi selatan Gunung Bromo, ada padang savana yang dikenal dengan Lembah Jemplang.
Uniknya, padang savana yang hijau sejauh mata memandang itu sangat mirip dengan bukit Teletubbies. Tak pelak, padang savana dengan keindahan rumput yang ditata oleh tangan Tuhan itu pun dikenal sebagai Bukit Teletubbies.
madakaripura waterfall (plus.google.com)
Rangkaian air terjun
Kawasan yang terletak sekitar 100 km sebelah tenggara Surabaya ini juga tercatat sebagai kawasan yang kaya dengan air terjun. Madakaripura adalah air terjun terpopular dan tercatat sebagai salah satu air terjun tercantik di Nusantara.
Berada di Kecamatan Lumbang, air terjun Madakaripura masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini berbentuk ceruk dengan perbukitan hijau di sekelilingnya. Air yang terus menetes di seluruh bidang yang mengelilingi membuat Madakaripura tampil begitu eksotis.
Sekali lagi, Probolinggo tak hanya punya Madakaripura. Masih ada jajaran air terjun lainnya yang tak kalah cantik dan unik. Sebut saja, air terjun Umbulan yang berada tak jauh dari Madakaripura. Begitu pun dengan air terjun Watu Lawang yang berada di antara tebing hingga terkesan seperti ada pintu masuk atau lawang.
Selain itu, masih ada air terjun Triban yang berlokasi tak jauh dari air terjung Lawang di Desa Ngepung. Pun begitu dengan air terjun Kedung Amis, air terjun Sumber Pakis II, air terjun Darungan, dan air terjun Kali Pedati. Air terjun yang terakhir memiliki ketinggian sekitar 20 meter di lereng Argopuro. Para pecinta treking bisa mencapainya dengan menyusuri aliran Sungai Pedati yang kondang dengan keindahan tebing-tebing vertical dari bebatuan.
Wisata Probolinggo Ranu Segaran 800x533
Danau memukau
Selain tebaran air terjun, Probolinggo juga kaya dengan danau-danau yang memanjakan mata. Sebut saja, Danau Ronggojalu. Danau ini tak hanya jadi objek wisata, namun juga jadi tampungan air bersih untuk masyarakat daerah yang dikenal sebagai penghasil buah mangga dan anggur itu.
Masih ada Danau Agung atau lebih dikenal sebagai Ranu Agung. Soal panorama, jangan ditanyakan lagi keindahan yang menghiasi danau bentukan gunung berapi Lamongan ini. Danau yang berada di Desa Ranu Agung ini sangat cocok sebagai destinasi untuk menenangkan diri atau mencari inspirasi.
Begitu pun dengan Ranu Segaran, danau yang dikelilingi pegunungan hijau nan menawan. Kesejukan dan ketenangan yang ditawarkan sangat luar biasa. Atau, Danau Taman Hidup di Lembah Gunung Argopuro yang memiliki ketenangan luar biasa. Lokasi yang sering dipakai untuk berkemah itu juga banyak dihuni hewan liar cantik seperti merak hijau, lutung merah, kijang, lutung Jawa, babi butan, hingga kancil.
wisata probolinggo negeri di atas awan 800x533
Agrowisata dan bercengkerama dengan awan
Manggur, itu sebutan untuk Probolinggo yang dikenal sebagai penghasil buah mangga dan anggur yang maknyus. Kawasan Mastrip Desa Wonoasih adalah sentra anggur terbesar di Kota Angin ini. Sepanjang mata memandang ribuan pohon anggur begitu menakjubkan. Apalagi, jika musim panen dengan anggur-anggur menjuntai berwarna merah tua yang merangsang selera.
Begitu pun dengan mangga yang terkenal manis dan segar. Bulan Mei – Oktober Probolinggo akan diwarnai tumpukan mangga ranum siap kirim ke berbagai daerah, bahkan hingga ke Singapura. Ada 12 kecamatan yang dikenal sebagai sentra mangga, yakni Tongas, Pakuniran, Gading, Maron, Banyuanyar, Besuk, Wonomerto, Paiton, Leces, Kota Anyar, Tegal Sliwan, dan Krejengan. Lezatnya Arumanis dan Manalagi sudah begitu kondang.
wisata probolinggo anggur 800x533
Berbekal anggur dan mangga ranum, mari menuju Puncak B29 Bromo. Negeri di atas awan ini akan membawa kita kepada pemandangan menakjubkan. Pada ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (itu sebabnya disebut Puncak B29) kita serasa bercengkerama dengan awan sembari menyaksikan keindahan matahari terbit.
Masih banyak destinasi wisata elok lainnya seperti Pantai Bentar dengan hamparan mangrove yang menawan. Atau, Gunung Argopuro dengan puncak Rengganis yang memiliki tebaran situs zaman purbakala. Begitu pun dengan Pulau Gili Ketapang yang menjadi salah satu surga bagi penyuka snorkeling.
Tebaran destinasi wisata yang sulit disebutkan satu per satu itu diimbangi ragam kuliner yang juga beragam. Sebut saja Nasi Glepungan, menu sederhana yang ngangeni. Atau Sirup Pokak dan Keripik Kentang yang khas Probolinggo. Begitu pun dengan Keripik Olok yang terbuat dari kepiting muda dengan cita rasa gurih menggoda.
Nah, tunggu apalagi? Segera agendakan perjalanan ke Probolinggo yang memiliki sederet destinasi wisata dalam berbagai ragam. Sebanyak ragam kuliner yang juga jadi kekuatan kota yang dikenal bersih dan sejuk ini. (Divdit)
18 Destinasi Pantai dan Pulau di Indonesia
Diposting oleh
Dheeva Wisata
/
Comments: (0)
Sebagai negara kepulauan terbesar sejagat yang dikaruniai 17.000 pulau dan dibingkai garis pesisir sepanjang 54.000 kilometer, Indonesia memang menawarkan banyak opsi destinasi bagi penggemar wisata bahari. Untuk memudahkan Anda merancang trip, kami meminta enam petualang—mulai dari penyelam, pelaut, hingga peselancar—merekomendasikan tempat-tempat favorit mereka di Indonesia.
Lokasi Island Hopping
Direkomendasikan oleh David John Schamp.
Sebagai pranatacara program televisi My Trip My Adventure, David rutin melawat ke beragam destinasi di Indonesia, tapi pria kelahiran 1986 yang mencintai selancar ini mengaku selalu mengidolakan pantai dan laut. “Saya hobi touring menaiki motor untuk menjajal medan-medan terbaik, tapi laut dan pantai selalu punya tempat tersendiri,” ujar David, pria kelahiran Pakistan yang pernah berperan dalam film Talak 3. (Wawancara oleh Reza Idris)
Pemandangan memikat di Kepulauan Kei. (Foto oleh Sutiknyo).
Pemandangan memikat di Kepulauan Kei. (Foto oleh Sutiknyo).
Kepulauan Kei
Menurut David, daya tarik terbesar Kepulauan Kei adalah pantai-pantainya, terutama Pantai Pasir Panjang. “Pantainya bersih dan pasirnya sangat halus. Barangkali ini pantai terbaik di Indonesia” ujarnya. Nama asli pantai ini sebenarnya Ngurbloat, tapi karena bentangan pasirnya mencapai dua kilometer, banyak orang menjulukinya Pantai Pasir Panjang.
Kepulauan Kei terdiri dari 25 pulau, dan belum semua aset wisatanya terpetakan. Satu pulau yang direkomendasikan David adalah Bair, tempat yang kerap dijuluki warga lokal sebagai “Raja Ampat versi Kei” berkat keindahan alamnya. Kata David, datang di pagi hari, kita bisa menyaksikan kerumunan lumba-lumba berenang melewati perairan pulau. “Tapi butuh momen yang pas,” pesan David. “Beruntung dalam kunjungan terakhir saya sempat melihatnya.”
Kepulauan Kei terletak di kaki Papua, terapung di antara Laut Arafura dan Laut Banda. Bandaranya terletak di Kota Tual dan dinamai Karel Satsuit Tubun, nama pahlawan nasional yang memang berasal dari kota ini. Untuk menjangkaunya, kita harus terbang dulu ke Ambon, kemudian meneruskan perjalanan menaiki pesawat selama 90 menit.
Nias
“Saya penggemar selancar, dan Nias salah satu destinasi favorit saya,” ungkap David. Di kalangan kaum pengendara ombak, Nias memang punya reputasi harum. Kejuaraan selancar tingkat nasional dan internasional digelar di sini sejak 1993. Fasilitas di Nias juga lumayan lengkap. Di sini telah terdapat beberapa resor, hotel, dan surf camp, misalnya Miga Beach Hotel dan Keyhole Surf Camp (niaskeyholesurfcamp.com).
Satu yang unik dari Nias, kita bisa menggabungkan trip selancar dengan island hopping. Di sisi timur pulau utama terdapat beberapa pulau kecil yang menampung titik-titik selancar, misalnya Pulau Hinako dan Bawa. Untuk ekspedisi lintas pulau yang lebih ekstrem, kita bisa meluncur ke Pulau Simuk dan Wunga yang merupakan bagian dari jaringan pulau terluar di Indonesia.
“Budaya suku Nias juga tidak kalah menarik,” tambah David, “misalnya dalam wujud ajang lompat batu dan rumah-rumah tradisional.”
Banggai
Namanya belum populer, tapi Kabupaten Banggai sebenarnya merupakan gerbang untuk menjangkau dua kepulauan anggun di Sulawesi Tengah: Kepulauan Togean di sebelah utara dan Kepulauan Banggai di sisi selatan. Cukup tersohor sebagai destinasi selam, Togean mengoleksi sembilan resor, mulai dari kelas premium semacam Sanctum (unauna-sanctum.com) hingga yang simpel seperti Fadhila Cottages (fadhilacottages.free.fr). Sementara Kepulauan Banggai, walau secara geografis cukup menjanjikan (terdiri dari 342 pulau), relatif belum terpetakan potensi wisatanya.
Penerbangan ke Kabupaten Banggai dilayani oleh sejumlah maskapai, salah satunya Garuda Indonesia (garuda-indonesia.com). Bandaranya terletak di Luwuk, kotayang menurut David “memikat lewat objek wisata darat dan pesisirnya.” Satu tempatdi dekat Luwuk yang direkomendasikan David adalah Pulau Tinalapu. “Perairannya sangat bening dengan aneka karang yang masih alami,” ujarnya. >>
Lokasi Menyelam
Direkomendasikan oleh Muljadi Pinneng Sulungbudi
Fotografer bawah air dengan pengalaman 13 tahun, Pinneng kerap terlibat dalam ekspedisi pemetaan titik selam, termasuk di Sangihe, Biak, dan Lembata. Foto-foto karyanya telah dimuat di banyak media dan buku, termasuk buku terakhirnya yang berjudul Halia. Sempat bekerja untuk DiveMag, Pinneng kini menjadi pranatacara program Wet Traveler bersama Gemala Hanafiah. (Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah)
Kawanan ikan di titik penyelaman Castle Rock di TN Komodo. (Foto oleh Jerry Aurum).
Kawanan ikan di titik penyelaman Castle Rock di TN Komodo. (Foto oleh Jerry Aurum).
Taman Nasional Komodo
Manta masih menjadi magnet utama TN Komodo. Ikan-ikan yang memiliki otak terbesar itu rutin berkeliaran di sini untuk membersihkan tubuh dari parasit. “Daya tarik lain kepulauan ini adalah karang dan pelagis,” tambah Pinneng.
Guna menjelajahi TN Komodo, Pinneng menyarankan metode liveaboard, yakni ekspedisi pesiar di mana kita menginap di kapal, lalu melompat dari satu titik selam ke titik selam lainnya. Tapi bagi mereka yang lebih suka menetap di resor, di sekitar TN Komodo terdapat sejumlah penginapan berkualitas prima, misalnya Komodo Resort (komodoresort.com) dan Plataran Komodo (plataran.com).
TN Komodo, sebagaimana Raja Ampat dan Alor, memiliki sejumlah titik selam yang kerap diterjang arus kencang. Tapi Pinneng menolak anggapan tempat-tempat tersebut hanya cocok bagi penyelam senior. “Untuk tempat yang berarus kencang, pengalaman menjadi penting agar kita bisa menikmati penyelaman. Tapi sebenarnya dengan lisensi open water pun kita sudah bisa menyelam di mana saja, asalkan tahu batasannya,” pesannya.
Raja Ampat
Bagi Pinneng, daya tarik utama Raja Ampat adalah dua satwa ikonisnya: wobbegong dan kalabia. Yang terakhir ini kerap dijuluki walking shark karena kebiasaannya merayap di lantai laut. “Highlight lainnya tentu saja manta dan schooling [kawanan] ikan karang,” tambah Pinneng yang terakhir kali melawat ke Raja Ampat pada 2014. “Raja Ampat juga memiliki gua. Lokasinya di dekat titik diving Passage.”
Kepulauan di Papua Barat ini mulai terendus radar turis sekitar 25 tahun silam saat pria Belanda Max Ammer datang pada 1989 untuk berburu relik Perang Dunia II, tapi kemudian beralih usaha dengan mengelola resor.
Kini Raja Ampat dilayani oleh banyak operator selam. Bahkan jaringan hotel semacam Alila (alilapurnama.com) dan Aman (aman.com) mengelola sekunar kayu mewah yang menawarkan ekspedisi selam di sini, dengan paket tur yang lazimnya mencakup kunjungan ke desa wisata dan trekking untuk mengintip cenderawasih di hutan.
Alor
Andaikan Pinneng memiliki hanya satu kesempatan lagi untuk menyelam, dia mengaku akan pergi ke Alor. Kepulauan di ujung timur Nusa Tenggara Timur ini punya tempat spesial dalam hatinya. Di sinilah dia melakukan trip penyelaman pertamanya usai mengambil lisensi open water. Di sini pula dia terlibat dalam buku foto pertamanya, Alor Underwater.
“Saya sudah belasan kali menyelam di Alor,” kenangnya. “Alor ideal jika ingin melihat karang dan ikan-ikan besar dengan jarak pandang yang bagus.” Alor memiliki satu dive operator dan tiga dive resort. Kerap menjadi mitra bagi dive operator dari luar kepulauan, Alor Dive (alor-dive.com) mengoperasikan salah satu dive boat terbaik di kepulauan ini. Di Pulau Kepa terdapat resor sederhana La P’tite Kepa (alor-diving-kepa.com). Di Pulau Pantar terdapat Alor Divers (alor-divers.com) dengan paket menginap mulai dari €572 untuk enam malam. Sementara di pulau utama Alor, Alami Alor (alamialor.com) menempati sudut yang selama ini diabaikan oleh turis
Wisata Pesiar
Direkomendasikan oleh Andy Scott
“Jika Anda menghabiskan sehari di setiap pulau yang menyusun Indonesia, maka Anda butuh 48 tahun untuk mengunjungi semuanya,” ujar Andy, penulis buku Cruising Guide to Indonesia. Mantan anggota Penjaga Pantai Amerika Serikat ini sudah menghabiskan separuh hidupnya berlayar ke lebih dari 40 negara. Sejak 2005, Andy, menetap di Indonesia untuk mengarungi rute-rute terbaik di Nusantara. (Wawancara oleh Reza Idris)
Teluk Triton
Namanya memang masih asing di telinga, tapi itu mungkin hanya masalah waktu. Teluk Triton adalah contoh lain dari mutiara terpendam di Nusantara. Perairannya ditinggali oleh 959 spesies ikan dan 471 jenis karang. “Daerah baru yang belum dieksplorasi oleh banyak operator pesiar,” ujar Andy, “namun keindahannya saya yakini bisa menyaingi Raja Ampat.”
Teluk Triton berada di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Tempat ini tersembunyi di dekat Kampung Lobo, sebuah permukiman yang kerap dijuluki “Kota Senja” karena menawarkan panorama terbenamnya mentari dengan langit yang jernih. Penerbangan ke Kaimana dilayani oleh Lion Air (lionair.co.id) via Ambon dan Fakfak.
Pemandangan Wayag di Raja Ampat. (Foto oleh Muhammad Fadli).
Pemandangan Wayag di Raja Ampat. (Foto oleh Muhammad Fadli).
Wayag
“Dulu saya senantiasa menyebut Tahiti sebagai tempat terindah di dunia,” kata Andy, “tapi itu sebelum saya datang ke Raja Ampat.” Bersemayam di dekat “kepala burung” Papua, bagian dari Segitiga Karang Dunia, Raja Ampat adalah kepulauan berisi lebih dari 600 pulau yang telah lama memikat petualang bahari dari penjuru bumi. Wisata pesiar di sini terbilang mahal, tapi fakta tersebut tak menyurutkan minat turis.
Paket-paket pesiar selalu laris. Buku reservasi kapal sudah sibuk setahun sebelum tur dimulai. Bagi Andy, melawat ke Raja Ampat tak lengkap tanpa menyambangi Wayag, gugusan menawan di sisi utara kepulauan ini. “Tidak ada tempat di dunia yang bisa mengalahkan ikon Raja Ampat ini,” ujar Andy. Hampir semua foto Raja Ampat yang dicetak di brosur atau reklame menampilkan Wayag.
Keindahannya memang membius mata, karena itu Wayag senantiasa tercantum dalam itinerary tur kapal pesiar, termasuk oleh operator yang direkomendasikan oleh Andy, Silolona (silolona.com).
Sebuah sekunar yang bersandar di salah satu pulau di TN Komodo. (Foto oleh Putu Sayoga)
Sebuah sekunar yang bersandar di salah satu pulau di TN Komodo. (Foto oleh Putu Sayoga)
Taman Nasional Komodo
Kawasan konservasi ini direkomendasikan Andy bagi wisatawan yang hendak melakoni trip pesiar untuk pertama kalinya. “Lautnya kalem, dan jarak antarpulau relatif berdekatan,” ujarnya. TN Komodo terdiri dari puluhan pulau dengan empat di antaranya merupakan habitat komodo.
Gugusan yang telah berstatus Situs Warisan Dunia ini terletak di sisi barat Flores, terapung di antara Laut Flores dan Selat Sumba. “Arus di sini membawa air yang jernih dan pesisirnya menyimpan pantai dengan pasir berwarna jambon,” tambah Andy.
Seperti di Raja Ampat, bisnis pesiar merekah subur di TN Komodo. Paket tur di sini biasanya mencakup aktivitas berenang bersama manta, trekking menembus sabana untuk mengintip kadal-kadal purba, serta sesi bersantai di pantai, termasuk pantai jambon yang menjadi salah satu magnet TN Komodo. Bagi penyelam yang lebih serius, ekspedisi pesiar lazimnya mencakup petualangan ke dua pulau habitat komodo yang berada di perbatasan selatan taman nasional, yakni Gili Motang dan Nusa Kode.
Satu operator pesiar premium yang disarankan Andy adalah Alila Purnama (alilapurnama.com) yang dikelola oleh grup hotel Alila. “Mario Gonzalez [Cruise Director Alila Purnama] sangat menguasai perairan di sini. Dan enaknya lagi, kapalnya dilengkapi fasilitas spa,”
Wisata Pantai
Direkomendasikan oleh Dion Wiyoko
Aktor asal Surabaya ini mengaku melancong merupakan hobi utamanya. “Sudah sejak kuliah suka jalan-jalan, dan dari dulu bepergian merupakan bagian dari pekerjaan,” ungkapnya. Awalnya berkarier sebagai model, Dion kini fokus bermain film. Sudah belasan judul yang dibintanginya, di antaranya Serigala Terakhir, Love and Faith, dan yang terakhir, Sundul Gan: The Story of Kaskus. (Wawancara oleh Reza Idris)
Pulau Tinalapu
Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu destinasi yang tengah bersinar, terutama di kalangan pencinta pantai dan selam. Satu kendala tempat ini adalah jarak tempuhnya yang terlampau jauh. Bagi mereka yang hanya memiliki sedikit waktu, opsi yang lebih dekat adalah Tinalapu, pulau yang bersemayam di sisi selatan Togean dan masuk area Kabupaten Banggai. “Daerah baru dan belum tersentuh. Pantainya cukup bersih,” kata Dion.
Bagi Dion, Tinalapu tak cuma menyimpan panorama yang memikat, tapi juga salah satu pasir pantai terlembut di Indonesia. “Berjalan dengan kaki telanjang di sini, kita benar-benar bisa merasakan halusnya tekstur pasir.” Perairannya juga tidak kalah memikat. Tinalapu dikelilingi laut berair jernih. “Jernih seperti kaca. Kita bisa snorkeling untuk melihat biota laut yang beragam,” tambah Dion.
Untuk menjangkau Tinalapu, pertama-tama kita harus terbang ke Kota Luwuk, lalu meluncur selama tiga jam ke Pelabuhan Pagimana, kemudian menaiki perahu selama sejam.
Gosong Riung
Pulau pasir ini berada di area Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung. Tentu saja, gosong bukan pulau terbesar di sini, tapi ia memiliki suguhan yang paling atraktif: skuadron kelelawar yang berkelebat saban senja. “Pemandangan yang dahsyat dan unik. Langit dipenuhi kalong hingga gelap,” kenang Dion.
TWA Tujuh Belas Pulau Riung berlokasi di utara Pulau Flores, sekitar 60 kilometer dari Bajawa, Ibu Kota Kabupaten Ngada. Bandara Turelelo Soa di Bajawa sementara ini hanya dilayani oleh dua maskapai, yakni Trans Nusa (transnusa.co.id) dan Wings Air (lionair.co.id).
Untuk wisata di TWA Tujuh Belas Pulau Riung, Dion menyarankan turis menyisihkan waktu sehari penuh. “Pulau-pulau lainnya tak kalah menarik. Tidak cukup jika hanya dua jam,” ujar Dion.
Pantai berwarna jambon di Pulau Padar. (Foto oleh Putu Sayoga).
Pantai berwarna jambon di Pulau Padar. (Foto oleh Putu Sayoga).
Pulau Padar
Padar, pulau di sisi tengah Taman Nasional Komodo, menyimpan salah satu kisah paling kelam dalam sejarah konservasi di Indonesia. Pada 1990-an, Padar rutin disatroni kaum pemburu rusa, makanan utama komodo.
Tak cuma menembak dan menjerat mangsa, para pemburu kadang membakar hutan hingga seluruh ekosistem Padar pun hancur. Akibatnya, pada 2000, komodo dinyatakan resmi punah di pulau ini.
Kini, setelah alamnya berangsur pulih, Padar menjadi pulau dengan populasi rusa terpadat di TN Komodo. Mereka bisa dengan mudah ditemukan berkeliaran dan berteduh di sekitar pos jagawana. Selain rusa, daya tarik Padar tentu saja pesisirnya yang menampilkan laut turkuois dan pantai berpasir putih campur jambon. “Pantainya eksotis,” jelas Dion. “Di Padar kita juga punya opsi untuk melihat sunrise atau sunset.”
Padar, pulau berbukit yang luasnya setara gabungan Gili Trawangan, Meno, dan Air, berada persis di antara Pulau Komodo dan Rinca. Kadal-kadal purba belum kembali ke Padar, karena itulah pulau ini aman untuk dijelajahi tanpa pengawalan jagawana. “Di sini terdapat lintasan trekking dengan suguhan panorama yang cantik,”
Lokasi Selancar
Direkomendasikan oleh Rizal Tanjung
Legenda hidup di dunia selancar, Rizal mengawali catatan prestasinya dengan menjuarai World Grommet Contest di kelompok usia 16 tahun. Pria yang lama menetap di Bali ini telah mengikuti beragam kompetisi di lima benua. Selain mengendarai ombak, Rizal kini mengisi hari-harinya dengan mengelola label Electrohell miliknya sekaligus menjadi duta Hurley Indonesia. (Wawancara oleh Suhartina Sindukusumo)
Seorang pelancar di Mentawai.
Seorang pelancar di Mentawai.
Mentawai
“Disneyland bagi para peselancar,” ungkap Rizal tentang Mentawai. Gugusan di barat Sumatera ini menawarkan ombak untuk atlet kelas pemula hingga profesional. “Ombaknya pun lihai memberikan tanda-tanda bagi kita untuk menentukan spot yang ingin dicoba,” tambah Rizal.
Mentawai menawarkan banyak resor. Tapi, dari pengalaman belasan kali ke sini, Rizal lebih menyarankan tur menaiki kapal. Biasanya dia menghabiskan 12 hingga 13 hari berkelana mencicipi pantai-pantai terbaik di Mentawai. “Ada berbagai level kapal, dari yang bertarif 30 juta per orang untuk 12 hari dengan standar servis tinggi, hingga perahu nelayan yang memberikan kita kesempatan merasakan kehidupan warga lokal.”
Para peselancar di sebuah sungai di Desa Limasan. (Foto oleh Rizal Tanjung).
Para peselancar di sebuah sungai di Desa Limasan. (Foto oleh Rizal Tanjung).
Watu Karung
Ombaknya bukan untuk pemula, tapi pesonanya bisa dinikmati oleh siapa saja. “Ombaknya sangat besar dan alam sekitarnya sangat cantik,” ujar Rizal. “Tempat ini membuat saya membayangkan nikmatnya menghabiskan hari-hari tua dengan berselancar.”
Nama Watu Karung mungkin masih asing di telinga, namun pantai di Pacitan ini sebenarnya lazim menghiasi daftar tempat buruan kaum pembawa papan.
Lokasinya di tubir selatan Jawa Timur. Waktu tempuhnya sekitar tiga jam dari Yogyakarta. Menurut Rizal, Watu Karung menawarkan arti sesungguhnya dari aktivitas berselancar, yakni cabang olahraga yang tidak hanya menyegarkan raga, tapi juga menenangkan jiwa lewat sesi bersantai di pantai, interaksi dengan sesama peselancar, serta menyantap hidangan laut lokal. “Watu Karung sebenarnya desa nelayan,” sambung Rizal, “tapi siapa sangka desa sepi dan sederhana ini memiliki ombak yang terasa seperti surga bagi kaum peselancar.”
Sekarang, bagi Rizal, Watu Karung bukan sekadar lokasi selancar favoritnya, tapi juga rumah keduanya. Dia telah membeli tanah di sini, menyulapnya jadi permukiman berisi tujuh rumah, kemudian menamainya Desa Limasan (desalimasan.com). Di surfer village inilah Rizal beberapa kali mengundang teman-teman sejawatnya untuk menginap, termasuk atlet sekaliber Kelly Slater dan Bruce Irons.
Padang Padang
“Ombaknya mirip dengan surf break Pipeline di Oahu,” ujar Rizal tentang Padang Padang di Bali. “Ketika ombak bergelut, kita seakan masuk ke lubang. Ombak seperti ini kita sebut barreling wave, dan di dunia jarang menemukan yang sebagus di Padang Padang dan Pipeline.”
Perjalanan menuju Padang Padang menawarkan pengalaman berkesan. “Untuk menuju pantai, kita harus melewati gua-gua yang agak sempit hingga akhirnya sampai di atas pasir putih, dan ketika menyusuri gua-gua tersebut kita seakan diyakinkan bahwa kita akan sampai di destinasi yang indah,” jelasnya.
Padang Padang kini relatif ramai. Tapi, bagi Rizal, pria yang selektif dalam memilih lokasi berselancar, Padang Padang masih bertengger di jajaran atas daftar spot idamannya. “Di pantai ini saya sering mendampingi Varun, anak saya yang aktif mengikuti kompetisi selancar junior. Bagi pemula maupun profesional, Padang Padang dapat diandalkan untuk memberi tantangan dan menguji kemampuan
Resor Tepi Laut
Direkomendasikan oleh Abdul Malik
Pegawai asuransi yang banting setir ke bisnis operator tur, Malik kini mengelola Kakaban Tour & Travel dan rutin menawarkan paket-paket wisata di Indonesia, terutama di kawasan timur. Beroperasi sejak 2009, Kakaban membawa 60 hingga 70 tamu ke Derawan atau Komodo setiap bulannya. Di luar usahanya, Malik, pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, rutin bepergian solo ke banyak pulau hampir saban pekan. (Wawancara oleh Reza Idris)
Salah satu unit penginapan di Misool Eco Resort. (Foto oleh Marit Miners).
Salah satu unit penginapan di Misool Eco Resort. (Foto oleh Marit Miners).
Misool Eco Resort
Raja Ampat seolah hanya didesain bagi kaum penyelam, tapi kehadiran Misool Eco Resort (misoolecoresort.com) berhasil mengubah persepsi tersebut. Properti premium yang berlokasi di Pulau Batbitim ini menawarkan konsep akomodasi yang diimpikan banyak orang dari sebuah island resort: pondokan-pondokan berbentuk rumah panggung yang tertancap di laut dangkal dan menatap serakan pulau. “Dari teras kamarnya, kadang kita bisa melihat penyu atau hiu,” kata Malik.
Menginap di Misool Eco Resort, Raja Ampat bisa dinikmati tanpa menyelam. Misool Eco Resort berkapasitas 40 tamu. Fasilitasnya antara lain restoran, spa, dan tentu saja, dive center. “Dari segi lokasi dan fasilitas, resor ini adalah yang terbaik di Raja Ampat,” tambah Malik. Resor ini juga menawarkan pantai pasir putih dan kawasan taman laut yang telah ditetapkan sebagai no-take zone. “Tidak sulit mencari spot diving atau snorkeling di sekeliling resor.”
Berkunjung ke sini, tamu wajib melakukan reservasi jauh hari. Momen terbaik untuk datang adalah September hingga Mei. “Ombak laut cenderung aman di bulan-bulan tersebut,” jelas Malik.
Wakatobi Dive Resort
Resor termewah di Wakatobi ini bermukim di tepian Pulau Onemobaa, persis di seberang Pulau Tomia. Wakatobi Dive Resort (wakatobi.com) berjasa menempatkan Wakatobi dalam radar turis internasional, sekaligus menawarkan akses alternatif untuk mengunjungi kepulauan di Sulawesi Tenggara ini. Properti yang beroperasi sejak 1996 ini memiliki landasan udara pribadi di Pulau Tomia dan melayani penerbangan dengan sistem carter dari Bali.
Tiap kamar di Wakatobi Dive Resort ditata menatap langsung ke hamparan pantai berpasir putih dan laut pirus. “Titik snorkeling tersebar tak jauh dari bibir pantai,” tambah Malik. Beberapa vila di resor ini dilengkapi kolam privat. Fasilitas lain resor adalah restoran, bar, ruang spa, dan dive center—kemewahan yang masih langka di Wakatobi.
Kolam infinity di Nio Beach Club, salah satu fasilitas baru di Nihiwatu. (Foto oleh Nihiwatu).
Kolam infinity di Nio Beach Club, salah satu fasilitas baru di Nihiwatu. (Foto oleh Nihiwatu).
Nihiwatu
Resor bintang lima ini bagaikan kuil suci bagi kaum peselancar internasional. Nihiwatu (nihiwatu.com) berdiri di pesisir selatan Sumba, di lahan seluas 567 hektare yang menatap laut berombak deras. Tapi Nihiwatu tidak didedikasikan sepenuhnya bagi peselancar.
Bersemayam di sisi barat Sumba, resor ini juga merupakan pijakan yang ideal untuk menonton Pasola, festival akbar tahunan yang umumnya bergulir sejak Februari hingga Maret, di mana warga dari dua kampung bertemu di medan laga untuk saling melempar lembing dari atas kuda. Aktivitas lain bagi tamu antara lain memancing dan tur ke desa-desa adat penghasil tenun. “Layaknya warga lokal, tamu juga bisa berkuda menyusuri pantai,” tambah Malik.
Nihiwatu didirikan pada 1992 oleh Claude Graves. Beberapa tahun silam, manajemen resor ini berpindah tangan ke pemilik baru, Christopher Burch dan James McBride, yang kemudian memutuskan untuk melakukan sejumlah pemugaran. Kreasi terakhirnya adalah Mamole Tree House, kompleks berisi tiga rumah yang dilansir pada November 2015.
Lokasi Island Hopping
Direkomendasikan oleh David John Schamp.
Sebagai pranatacara program televisi My Trip My Adventure, David rutin melawat ke beragam destinasi di Indonesia, tapi pria kelahiran 1986 yang mencintai selancar ini mengaku selalu mengidolakan pantai dan laut. “Saya hobi touring menaiki motor untuk menjajal medan-medan terbaik, tapi laut dan pantai selalu punya tempat tersendiri,” ujar David, pria kelahiran Pakistan yang pernah berperan dalam film Talak 3. (Wawancara oleh Reza Idris)
Pemandangan memikat di Kepulauan Kei. (Foto oleh Sutiknyo).
Pemandangan memikat di Kepulauan Kei. (Foto oleh Sutiknyo).
Kepulauan Kei
Menurut David, daya tarik terbesar Kepulauan Kei adalah pantai-pantainya, terutama Pantai Pasir Panjang. “Pantainya bersih dan pasirnya sangat halus. Barangkali ini pantai terbaik di Indonesia” ujarnya. Nama asli pantai ini sebenarnya Ngurbloat, tapi karena bentangan pasirnya mencapai dua kilometer, banyak orang menjulukinya Pantai Pasir Panjang.
Kepulauan Kei terdiri dari 25 pulau, dan belum semua aset wisatanya terpetakan. Satu pulau yang direkomendasikan David adalah Bair, tempat yang kerap dijuluki warga lokal sebagai “Raja Ampat versi Kei” berkat keindahan alamnya. Kata David, datang di pagi hari, kita bisa menyaksikan kerumunan lumba-lumba berenang melewati perairan pulau. “Tapi butuh momen yang pas,” pesan David. “Beruntung dalam kunjungan terakhir saya sempat melihatnya.”
Kepulauan Kei terletak di kaki Papua, terapung di antara Laut Arafura dan Laut Banda. Bandaranya terletak di Kota Tual dan dinamai Karel Satsuit Tubun, nama pahlawan nasional yang memang berasal dari kota ini. Untuk menjangkaunya, kita harus terbang dulu ke Ambon, kemudian meneruskan perjalanan menaiki pesawat selama 90 menit.
Nias
“Saya penggemar selancar, dan Nias salah satu destinasi favorit saya,” ungkap David. Di kalangan kaum pengendara ombak, Nias memang punya reputasi harum. Kejuaraan selancar tingkat nasional dan internasional digelar di sini sejak 1993. Fasilitas di Nias juga lumayan lengkap. Di sini telah terdapat beberapa resor, hotel, dan surf camp, misalnya Miga Beach Hotel dan Keyhole Surf Camp (niaskeyholesurfcamp.com).
Satu yang unik dari Nias, kita bisa menggabungkan trip selancar dengan island hopping. Di sisi timur pulau utama terdapat beberapa pulau kecil yang menampung titik-titik selancar, misalnya Pulau Hinako dan Bawa. Untuk ekspedisi lintas pulau yang lebih ekstrem, kita bisa meluncur ke Pulau Simuk dan Wunga yang merupakan bagian dari jaringan pulau terluar di Indonesia.
“Budaya suku Nias juga tidak kalah menarik,” tambah David, “misalnya dalam wujud ajang lompat batu dan rumah-rumah tradisional.”
Banggai
Namanya belum populer, tapi Kabupaten Banggai sebenarnya merupakan gerbang untuk menjangkau dua kepulauan anggun di Sulawesi Tengah: Kepulauan Togean di sebelah utara dan Kepulauan Banggai di sisi selatan. Cukup tersohor sebagai destinasi selam, Togean mengoleksi sembilan resor, mulai dari kelas premium semacam Sanctum (unauna-sanctum.com) hingga yang simpel seperti Fadhila Cottages (fadhilacottages.free.fr). Sementara Kepulauan Banggai, walau secara geografis cukup menjanjikan (terdiri dari 342 pulau), relatif belum terpetakan potensi wisatanya.
Penerbangan ke Kabupaten Banggai dilayani oleh sejumlah maskapai, salah satunya Garuda Indonesia (garuda-indonesia.com). Bandaranya terletak di Luwuk, kotayang menurut David “memikat lewat objek wisata darat dan pesisirnya.” Satu tempatdi dekat Luwuk yang direkomendasikan David adalah Pulau Tinalapu. “Perairannya sangat bening dengan aneka karang yang masih alami,” ujarnya. >>
Lokasi Menyelam
Direkomendasikan oleh Muljadi Pinneng Sulungbudi
Fotografer bawah air dengan pengalaman 13 tahun, Pinneng kerap terlibat dalam ekspedisi pemetaan titik selam, termasuk di Sangihe, Biak, dan Lembata. Foto-foto karyanya telah dimuat di banyak media dan buku, termasuk buku terakhirnya yang berjudul Halia. Sempat bekerja untuk DiveMag, Pinneng kini menjadi pranatacara program Wet Traveler bersama Gemala Hanafiah. (Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah)
Kawanan ikan di titik penyelaman Castle Rock di TN Komodo. (Foto oleh Jerry Aurum).
Kawanan ikan di titik penyelaman Castle Rock di TN Komodo. (Foto oleh Jerry Aurum).
Taman Nasional Komodo
Manta masih menjadi magnet utama TN Komodo. Ikan-ikan yang memiliki otak terbesar itu rutin berkeliaran di sini untuk membersihkan tubuh dari parasit. “Daya tarik lain kepulauan ini adalah karang dan pelagis,” tambah Pinneng.
Guna menjelajahi TN Komodo, Pinneng menyarankan metode liveaboard, yakni ekspedisi pesiar di mana kita menginap di kapal, lalu melompat dari satu titik selam ke titik selam lainnya. Tapi bagi mereka yang lebih suka menetap di resor, di sekitar TN Komodo terdapat sejumlah penginapan berkualitas prima, misalnya Komodo Resort (komodoresort.com) dan Plataran Komodo (plataran.com).
TN Komodo, sebagaimana Raja Ampat dan Alor, memiliki sejumlah titik selam yang kerap diterjang arus kencang. Tapi Pinneng menolak anggapan tempat-tempat tersebut hanya cocok bagi penyelam senior. “Untuk tempat yang berarus kencang, pengalaman menjadi penting agar kita bisa menikmati penyelaman. Tapi sebenarnya dengan lisensi open water pun kita sudah bisa menyelam di mana saja, asalkan tahu batasannya,” pesannya.
Raja Ampat
Bagi Pinneng, daya tarik utama Raja Ampat adalah dua satwa ikonisnya: wobbegong dan kalabia. Yang terakhir ini kerap dijuluki walking shark karena kebiasaannya merayap di lantai laut. “Highlight lainnya tentu saja manta dan schooling [kawanan] ikan karang,” tambah Pinneng yang terakhir kali melawat ke Raja Ampat pada 2014. “Raja Ampat juga memiliki gua. Lokasinya di dekat titik diving Passage.”
Kepulauan di Papua Barat ini mulai terendus radar turis sekitar 25 tahun silam saat pria Belanda Max Ammer datang pada 1989 untuk berburu relik Perang Dunia II, tapi kemudian beralih usaha dengan mengelola resor.
Kini Raja Ampat dilayani oleh banyak operator selam. Bahkan jaringan hotel semacam Alila (alilapurnama.com) dan Aman (aman.com) mengelola sekunar kayu mewah yang menawarkan ekspedisi selam di sini, dengan paket tur yang lazimnya mencakup kunjungan ke desa wisata dan trekking untuk mengintip cenderawasih di hutan.
Alor
Andaikan Pinneng memiliki hanya satu kesempatan lagi untuk menyelam, dia mengaku akan pergi ke Alor. Kepulauan di ujung timur Nusa Tenggara Timur ini punya tempat spesial dalam hatinya. Di sinilah dia melakukan trip penyelaman pertamanya usai mengambil lisensi open water. Di sini pula dia terlibat dalam buku foto pertamanya, Alor Underwater.
“Saya sudah belasan kali menyelam di Alor,” kenangnya. “Alor ideal jika ingin melihat karang dan ikan-ikan besar dengan jarak pandang yang bagus.” Alor memiliki satu dive operator dan tiga dive resort. Kerap menjadi mitra bagi dive operator dari luar kepulauan, Alor Dive (alor-dive.com) mengoperasikan salah satu dive boat terbaik di kepulauan ini. Di Pulau Kepa terdapat resor sederhana La P’tite Kepa (alor-diving-kepa.com). Di Pulau Pantar terdapat Alor Divers (alor-divers.com) dengan paket menginap mulai dari €572 untuk enam malam. Sementara di pulau utama Alor, Alami Alor (alamialor.com) menempati sudut yang selama ini diabaikan oleh turis
Wisata Pesiar
Direkomendasikan oleh Andy Scott
“Jika Anda menghabiskan sehari di setiap pulau yang menyusun Indonesia, maka Anda butuh 48 tahun untuk mengunjungi semuanya,” ujar Andy, penulis buku Cruising Guide to Indonesia. Mantan anggota Penjaga Pantai Amerika Serikat ini sudah menghabiskan separuh hidupnya berlayar ke lebih dari 40 negara. Sejak 2005, Andy, menetap di Indonesia untuk mengarungi rute-rute terbaik di Nusantara. (Wawancara oleh Reza Idris)
Teluk Triton
Namanya memang masih asing di telinga, tapi itu mungkin hanya masalah waktu. Teluk Triton adalah contoh lain dari mutiara terpendam di Nusantara. Perairannya ditinggali oleh 959 spesies ikan dan 471 jenis karang. “Daerah baru yang belum dieksplorasi oleh banyak operator pesiar,” ujar Andy, “namun keindahannya saya yakini bisa menyaingi Raja Ampat.”
Teluk Triton berada di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Tempat ini tersembunyi di dekat Kampung Lobo, sebuah permukiman yang kerap dijuluki “Kota Senja” karena menawarkan panorama terbenamnya mentari dengan langit yang jernih. Penerbangan ke Kaimana dilayani oleh Lion Air (lionair.co.id) via Ambon dan Fakfak.
Pemandangan Wayag di Raja Ampat. (Foto oleh Muhammad Fadli).
Pemandangan Wayag di Raja Ampat. (Foto oleh Muhammad Fadli).
Wayag
“Dulu saya senantiasa menyebut Tahiti sebagai tempat terindah di dunia,” kata Andy, “tapi itu sebelum saya datang ke Raja Ampat.” Bersemayam di dekat “kepala burung” Papua, bagian dari Segitiga Karang Dunia, Raja Ampat adalah kepulauan berisi lebih dari 600 pulau yang telah lama memikat petualang bahari dari penjuru bumi. Wisata pesiar di sini terbilang mahal, tapi fakta tersebut tak menyurutkan minat turis.
Paket-paket pesiar selalu laris. Buku reservasi kapal sudah sibuk setahun sebelum tur dimulai. Bagi Andy, melawat ke Raja Ampat tak lengkap tanpa menyambangi Wayag, gugusan menawan di sisi utara kepulauan ini. “Tidak ada tempat di dunia yang bisa mengalahkan ikon Raja Ampat ini,” ujar Andy. Hampir semua foto Raja Ampat yang dicetak di brosur atau reklame menampilkan Wayag.
Keindahannya memang membius mata, karena itu Wayag senantiasa tercantum dalam itinerary tur kapal pesiar, termasuk oleh operator yang direkomendasikan oleh Andy, Silolona (silolona.com).
Sebuah sekunar yang bersandar di salah satu pulau di TN Komodo. (Foto oleh Putu Sayoga)
Sebuah sekunar yang bersandar di salah satu pulau di TN Komodo. (Foto oleh Putu Sayoga)
Taman Nasional Komodo
Kawasan konservasi ini direkomendasikan Andy bagi wisatawan yang hendak melakoni trip pesiar untuk pertama kalinya. “Lautnya kalem, dan jarak antarpulau relatif berdekatan,” ujarnya. TN Komodo terdiri dari puluhan pulau dengan empat di antaranya merupakan habitat komodo.
Gugusan yang telah berstatus Situs Warisan Dunia ini terletak di sisi barat Flores, terapung di antara Laut Flores dan Selat Sumba. “Arus di sini membawa air yang jernih dan pesisirnya menyimpan pantai dengan pasir berwarna jambon,” tambah Andy.
Seperti di Raja Ampat, bisnis pesiar merekah subur di TN Komodo. Paket tur di sini biasanya mencakup aktivitas berenang bersama manta, trekking menembus sabana untuk mengintip kadal-kadal purba, serta sesi bersantai di pantai, termasuk pantai jambon yang menjadi salah satu magnet TN Komodo. Bagi penyelam yang lebih serius, ekspedisi pesiar lazimnya mencakup petualangan ke dua pulau habitat komodo yang berada di perbatasan selatan taman nasional, yakni Gili Motang dan Nusa Kode.
Satu operator pesiar premium yang disarankan Andy adalah Alila Purnama (alilapurnama.com) yang dikelola oleh grup hotel Alila. “Mario Gonzalez [Cruise Director Alila Purnama] sangat menguasai perairan di sini. Dan enaknya lagi, kapalnya dilengkapi fasilitas spa,”
Wisata Pantai
Direkomendasikan oleh Dion Wiyoko
Aktor asal Surabaya ini mengaku melancong merupakan hobi utamanya. “Sudah sejak kuliah suka jalan-jalan, dan dari dulu bepergian merupakan bagian dari pekerjaan,” ungkapnya. Awalnya berkarier sebagai model, Dion kini fokus bermain film. Sudah belasan judul yang dibintanginya, di antaranya Serigala Terakhir, Love and Faith, dan yang terakhir, Sundul Gan: The Story of Kaskus. (Wawancara oleh Reza Idris)
Pulau Tinalapu
Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu destinasi yang tengah bersinar, terutama di kalangan pencinta pantai dan selam. Satu kendala tempat ini adalah jarak tempuhnya yang terlampau jauh. Bagi mereka yang hanya memiliki sedikit waktu, opsi yang lebih dekat adalah Tinalapu, pulau yang bersemayam di sisi selatan Togean dan masuk area Kabupaten Banggai. “Daerah baru dan belum tersentuh. Pantainya cukup bersih,” kata Dion.
Bagi Dion, Tinalapu tak cuma menyimpan panorama yang memikat, tapi juga salah satu pasir pantai terlembut di Indonesia. “Berjalan dengan kaki telanjang di sini, kita benar-benar bisa merasakan halusnya tekstur pasir.” Perairannya juga tidak kalah memikat. Tinalapu dikelilingi laut berair jernih. “Jernih seperti kaca. Kita bisa snorkeling untuk melihat biota laut yang beragam,” tambah Dion.
Untuk menjangkau Tinalapu, pertama-tama kita harus terbang ke Kota Luwuk, lalu meluncur selama tiga jam ke Pelabuhan Pagimana, kemudian menaiki perahu selama sejam.
Gosong Riung
Pulau pasir ini berada di area Taman Wisata Alam Tujuh Belas Pulau Riung. Tentu saja, gosong bukan pulau terbesar di sini, tapi ia memiliki suguhan yang paling atraktif: skuadron kelelawar yang berkelebat saban senja. “Pemandangan yang dahsyat dan unik. Langit dipenuhi kalong hingga gelap,” kenang Dion.
TWA Tujuh Belas Pulau Riung berlokasi di utara Pulau Flores, sekitar 60 kilometer dari Bajawa, Ibu Kota Kabupaten Ngada. Bandara Turelelo Soa di Bajawa sementara ini hanya dilayani oleh dua maskapai, yakni Trans Nusa (transnusa.co.id) dan Wings Air (lionair.co.id).
Untuk wisata di TWA Tujuh Belas Pulau Riung, Dion menyarankan turis menyisihkan waktu sehari penuh. “Pulau-pulau lainnya tak kalah menarik. Tidak cukup jika hanya dua jam,” ujar Dion.
Pantai berwarna jambon di Pulau Padar. (Foto oleh Putu Sayoga).
Pantai berwarna jambon di Pulau Padar. (Foto oleh Putu Sayoga).
Pulau Padar
Padar, pulau di sisi tengah Taman Nasional Komodo, menyimpan salah satu kisah paling kelam dalam sejarah konservasi di Indonesia. Pada 1990-an, Padar rutin disatroni kaum pemburu rusa, makanan utama komodo.
Tak cuma menembak dan menjerat mangsa, para pemburu kadang membakar hutan hingga seluruh ekosistem Padar pun hancur. Akibatnya, pada 2000, komodo dinyatakan resmi punah di pulau ini.
Kini, setelah alamnya berangsur pulih, Padar menjadi pulau dengan populasi rusa terpadat di TN Komodo. Mereka bisa dengan mudah ditemukan berkeliaran dan berteduh di sekitar pos jagawana. Selain rusa, daya tarik Padar tentu saja pesisirnya yang menampilkan laut turkuois dan pantai berpasir putih campur jambon. “Pantainya eksotis,” jelas Dion. “Di Padar kita juga punya opsi untuk melihat sunrise atau sunset.”
Padar, pulau berbukit yang luasnya setara gabungan Gili Trawangan, Meno, dan Air, berada persis di antara Pulau Komodo dan Rinca. Kadal-kadal purba belum kembali ke Padar, karena itulah pulau ini aman untuk dijelajahi tanpa pengawalan jagawana. “Di sini terdapat lintasan trekking dengan suguhan panorama yang cantik,”
Lokasi Selancar
Direkomendasikan oleh Rizal Tanjung
Legenda hidup di dunia selancar, Rizal mengawali catatan prestasinya dengan menjuarai World Grommet Contest di kelompok usia 16 tahun. Pria yang lama menetap di Bali ini telah mengikuti beragam kompetisi di lima benua. Selain mengendarai ombak, Rizal kini mengisi hari-harinya dengan mengelola label Electrohell miliknya sekaligus menjadi duta Hurley Indonesia. (Wawancara oleh Suhartina Sindukusumo)
Seorang pelancar di Mentawai.
Seorang pelancar di Mentawai.
Mentawai
“Disneyland bagi para peselancar,” ungkap Rizal tentang Mentawai. Gugusan di barat Sumatera ini menawarkan ombak untuk atlet kelas pemula hingga profesional. “Ombaknya pun lihai memberikan tanda-tanda bagi kita untuk menentukan spot yang ingin dicoba,” tambah Rizal.
Mentawai menawarkan banyak resor. Tapi, dari pengalaman belasan kali ke sini, Rizal lebih menyarankan tur menaiki kapal. Biasanya dia menghabiskan 12 hingga 13 hari berkelana mencicipi pantai-pantai terbaik di Mentawai. “Ada berbagai level kapal, dari yang bertarif 30 juta per orang untuk 12 hari dengan standar servis tinggi, hingga perahu nelayan yang memberikan kita kesempatan merasakan kehidupan warga lokal.”
Para peselancar di sebuah sungai di Desa Limasan. (Foto oleh Rizal Tanjung).
Para peselancar di sebuah sungai di Desa Limasan. (Foto oleh Rizal Tanjung).
Watu Karung
Ombaknya bukan untuk pemula, tapi pesonanya bisa dinikmati oleh siapa saja. “Ombaknya sangat besar dan alam sekitarnya sangat cantik,” ujar Rizal. “Tempat ini membuat saya membayangkan nikmatnya menghabiskan hari-hari tua dengan berselancar.”
Nama Watu Karung mungkin masih asing di telinga, namun pantai di Pacitan ini sebenarnya lazim menghiasi daftar tempat buruan kaum pembawa papan.
Lokasinya di tubir selatan Jawa Timur. Waktu tempuhnya sekitar tiga jam dari Yogyakarta. Menurut Rizal, Watu Karung menawarkan arti sesungguhnya dari aktivitas berselancar, yakni cabang olahraga yang tidak hanya menyegarkan raga, tapi juga menenangkan jiwa lewat sesi bersantai di pantai, interaksi dengan sesama peselancar, serta menyantap hidangan laut lokal. “Watu Karung sebenarnya desa nelayan,” sambung Rizal, “tapi siapa sangka desa sepi dan sederhana ini memiliki ombak yang terasa seperti surga bagi kaum peselancar.”
Sekarang, bagi Rizal, Watu Karung bukan sekadar lokasi selancar favoritnya, tapi juga rumah keduanya. Dia telah membeli tanah di sini, menyulapnya jadi permukiman berisi tujuh rumah, kemudian menamainya Desa Limasan (desalimasan.com). Di surfer village inilah Rizal beberapa kali mengundang teman-teman sejawatnya untuk menginap, termasuk atlet sekaliber Kelly Slater dan Bruce Irons.
Padang Padang
“Ombaknya mirip dengan surf break Pipeline di Oahu,” ujar Rizal tentang Padang Padang di Bali. “Ketika ombak bergelut, kita seakan masuk ke lubang. Ombak seperti ini kita sebut barreling wave, dan di dunia jarang menemukan yang sebagus di Padang Padang dan Pipeline.”
Perjalanan menuju Padang Padang menawarkan pengalaman berkesan. “Untuk menuju pantai, kita harus melewati gua-gua yang agak sempit hingga akhirnya sampai di atas pasir putih, dan ketika menyusuri gua-gua tersebut kita seakan diyakinkan bahwa kita akan sampai di destinasi yang indah,” jelasnya.
Padang Padang kini relatif ramai. Tapi, bagi Rizal, pria yang selektif dalam memilih lokasi berselancar, Padang Padang masih bertengger di jajaran atas daftar spot idamannya. “Di pantai ini saya sering mendampingi Varun, anak saya yang aktif mengikuti kompetisi selancar junior. Bagi pemula maupun profesional, Padang Padang dapat diandalkan untuk memberi tantangan dan menguji kemampuan
Resor Tepi Laut
Direkomendasikan oleh Abdul Malik
Pegawai asuransi yang banting setir ke bisnis operator tur, Malik kini mengelola Kakaban Tour & Travel dan rutin menawarkan paket-paket wisata di Indonesia, terutama di kawasan timur. Beroperasi sejak 2009, Kakaban membawa 60 hingga 70 tamu ke Derawan atau Komodo setiap bulannya. Di luar usahanya, Malik, pria asal Pinrang, Sulawesi Selatan, rutin bepergian solo ke banyak pulau hampir saban pekan. (Wawancara oleh Reza Idris)
Salah satu unit penginapan di Misool Eco Resort. (Foto oleh Marit Miners).
Salah satu unit penginapan di Misool Eco Resort. (Foto oleh Marit Miners).
Misool Eco Resort
Raja Ampat seolah hanya didesain bagi kaum penyelam, tapi kehadiran Misool Eco Resort (misoolecoresort.com) berhasil mengubah persepsi tersebut. Properti premium yang berlokasi di Pulau Batbitim ini menawarkan konsep akomodasi yang diimpikan banyak orang dari sebuah island resort: pondokan-pondokan berbentuk rumah panggung yang tertancap di laut dangkal dan menatap serakan pulau. “Dari teras kamarnya, kadang kita bisa melihat penyu atau hiu,” kata Malik.
Menginap di Misool Eco Resort, Raja Ampat bisa dinikmati tanpa menyelam. Misool Eco Resort berkapasitas 40 tamu. Fasilitasnya antara lain restoran, spa, dan tentu saja, dive center. “Dari segi lokasi dan fasilitas, resor ini adalah yang terbaik di Raja Ampat,” tambah Malik. Resor ini juga menawarkan pantai pasir putih dan kawasan taman laut yang telah ditetapkan sebagai no-take zone. “Tidak sulit mencari spot diving atau snorkeling di sekeliling resor.”
Berkunjung ke sini, tamu wajib melakukan reservasi jauh hari. Momen terbaik untuk datang adalah September hingga Mei. “Ombak laut cenderung aman di bulan-bulan tersebut,” jelas Malik.
Wakatobi Dive Resort
Resor termewah di Wakatobi ini bermukim di tepian Pulau Onemobaa, persis di seberang Pulau Tomia. Wakatobi Dive Resort (wakatobi.com) berjasa menempatkan Wakatobi dalam radar turis internasional, sekaligus menawarkan akses alternatif untuk mengunjungi kepulauan di Sulawesi Tenggara ini. Properti yang beroperasi sejak 1996 ini memiliki landasan udara pribadi di Pulau Tomia dan melayani penerbangan dengan sistem carter dari Bali.
Tiap kamar di Wakatobi Dive Resort ditata menatap langsung ke hamparan pantai berpasir putih dan laut pirus. “Titik snorkeling tersebar tak jauh dari bibir pantai,” tambah Malik. Beberapa vila di resor ini dilengkapi kolam privat. Fasilitas lain resor adalah restoran, bar, ruang spa, dan dive center—kemewahan yang masih langka di Wakatobi.
Kolam infinity di Nio Beach Club, salah satu fasilitas baru di Nihiwatu. (Foto oleh Nihiwatu).
Kolam infinity di Nio Beach Club, salah satu fasilitas baru di Nihiwatu. (Foto oleh Nihiwatu).
Nihiwatu
Resor bintang lima ini bagaikan kuil suci bagi kaum peselancar internasional. Nihiwatu (nihiwatu.com) berdiri di pesisir selatan Sumba, di lahan seluas 567 hektare yang menatap laut berombak deras. Tapi Nihiwatu tidak didedikasikan sepenuhnya bagi peselancar.
Bersemayam di sisi barat Sumba, resor ini juga merupakan pijakan yang ideal untuk menonton Pasola, festival akbar tahunan yang umumnya bergulir sejak Februari hingga Maret, di mana warga dari dua kampung bertemu di medan laga untuk saling melempar lembing dari atas kuda. Aktivitas lain bagi tamu antara lain memancing dan tur ke desa-desa adat penghasil tenun. “Layaknya warga lokal, tamu juga bisa berkuda menyusuri pantai,” tambah Malik.
Nihiwatu didirikan pada 1992 oleh Claude Graves. Beberapa tahun silam, manajemen resor ini berpindah tangan ke pemilik baru, Christopher Burch dan James McBride, yang kemudian memutuskan untuk melakukan sejumlah pemugaran. Kreasi terakhirnya adalah Mamole Tree House, kompleks berisi tiga rumah yang dilansir pada November 2015.